Thursday, April 7, 2016

CP Hati "I Fell Free"




Pagi ini aku terbangun dengan perasaan kurang nyaman. Sudah sekian lama aku susah melupakan orang yang pernah bersama dengan ku. Belum cukup lama aku mengenal nya tapi perasaan ini selalu singgah, bermuara dengan tenang hingga bersemi pada setiap sunggingan senyum. Sudah bersikeras aku berusaha melupakan dia, tapi bodohnya kenangan itu malah semakin berkeliaran diotak ku. Mengisahkan banyak cerita yang magisnya terus mendayu-dayu pada cerita yang mengukir bak asmara yang kian membara. Buyar sudah lamunan ku, terbawa pada cerita kamuflase masalalu.. fiuuuh....

(Diketuk pintu kamar ) Erika bangun sudah siang , ada jadwal kuliah jam berapa hari ini ?? (suara mama terdengar dari balik pintu).. ya ma., sebentar lagi , (aku beranjak dari tempat tidur agak bermalas-malasan, rasanya ada perasaan yang tercekat di dalam dada). Sudah tidak ada semangat lagi untuk aku berangkat kuliah hanya karena sosok dia. (Flash back, fikiranku mengudara) melamun kembali, duduk di meja rias menatap kosong ke arah cermin yang ikut balik menatapku. 

Kenangan indah 2 bulan kebelakang saat aku masih bersama nya. Saat aku bisa berbagi dengan nya. Setiap pagi dia datang menjemputku dengan motor kesayanganya. Saat kaki ini bisa melangkah bersama kedalam satu kampus yang sama. Saat kita bisa tertawa bersama di bangku taman belakang, setelah menyelesaikan jam kuliah masing-masing. Hanya dengan bekal yang selalu ku buat setiap pagi, dengan roti coklat kesukaan kita. Ya kita............ saat itu kita mempunyai banyak kesamaan.

Walaupun hanya berdua tetapi kebersamaan ini terasa melengkapi. Aku bisa dapatkan semua yang aku butuhkan hanya dari dia. Begitu pun sebaliknya selalu ku lengkapi apa pun yang dia butuhkan. Kenyamanan yang selalu dibuat untuk melindungi ku. kenyamanan yang harus terganti dengan kebohongan. Kebohongan yang dia mampu tutupi dengan senyum manis belaka. kebohongan yang kamu mampu alihkan dari setiap pandangan ku.

Kebohongan yang sama sekali tidak tercium oleh ku. Dan aku mengikuti semua skenario indah tanpa berfikir ini mimpi buruk yang sedang kubuat sendiri. Hingga masa pacaran ini mencapai 21 bulan. Apa aku yang terlalu naif melihat sisi terbaikmu hingga sedikit cela mampu tertutup. Hingga aku masuk kedalam penyakit hati anak muda, romansa keindahan yang hanya sementara bahkan berdosa.

Pahit ternyata ketika aku mengetahui dia sudah mempunyai keluarga yang sekarang berada di luar negeri. Betapa aku mengumpat dalam batin ku kebohongan yang dia buat menyebabkan ku seperti orang bodoh. Aku mau tertipu oleh kebersamaan yang sebenarnya itu milik orang lain dan aku sudah merusak itu semua. Tak terasa air mata ini buyar dilamunan ku. menetes perlahan membasahi pipi bangun tidur.

Lama sudah ku meninggalkan dirimu, tapi luka ini masih menyesap ke batin. Rasa menyakitkan ketika aku harus meninggalkan, atau rasa bodoh terlena akan perasaan nyaman, yang bisa membuat aku menyakiti orang lain. Terbangun lagi akan lamunan ku efek sinar matahari yang mulai masuk ke cela jendela. Aku beranjak membuka jendela dengan menarik napas sambil tersenyum selamat pagi dunia " I feel Free "

Mungkin rasa yang lama tidak akan terganti karena aku tidak mungkin bisa melupakan semua kenangan kita. Biarlah kenangan itu mengalir di setiap pikiran ku. Aku tidak akan terjebak kembali dalam kenangan yang sama karena aku akan mencari sosok baru dengan membuat kenangan baru yang akan melengkapi setiap perjalanan ku. Dan itu dulu kesalahan ku terjebak pada kata pacaran yang sejatinya aku telah melanggar aturan yang Kuasa. Aku terlena duniawi yang memberiku kenyamanan. Hingga aku lupa pacaran sudah merusak ku, dan aku terlibat pula pada cinta yang salah.

Kenangan tetap kenangan. Kenangan tidak mungkin terlupakan sampai aku bertemu kembali pada sosok baru yang akan mengikat janji dengan ku bahwa kita satu dan itu untuk sehidup semati karena Allah. Dan yang pasti bukan berawal dari kata pacaran. Senyum ku  mulai mengembang kembali sambil melihat fajar yang makin membumbung tinggi. (Batinku seraya berkata)  "I feel free" .

4 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. remake pak guru, mau dilanjut dan dikembangin, eh penulisnya kebanyakan piknik, jadi lanjutannya sengaja masih di keep :D #alibilagimales hahaha

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Gue suka tulisan2 teh Ingka, salam kenal ya. :-)

    Maksud dia sudah punya keluarga diluar negeri gimana teh? Apa dia sudah menikah dan istrinya tinggal di laur negeri? Penekanan kalimatnya masih ambigu.. Di tungu tanggapannya teh gulis

    ReplyDelete