Pagi ini aku terbangun dengan
perasaan kurang nyaman. Sudah sekian lama aku susah melupakan orang yang pernah
bersama dengan ku. Belum cukup lama aku mengenal nya tapi perasaan ini selalu singgah, bermuara dengan tenang hingga bersemi pada setiap
sunggingan senyum. Sudah bersikeras aku berusaha melupakan dia, tapi bodohnya
kenangan itu malah semakin berkeliaran diotak ku. Mengisahkan banyak cerita yang magisnya
terus mendayu-dayu pada cerita yang mengukir bak asmara yang kian membara. Buyar sudah
lamunan ku, terbawa pada cerita kamuflase masalalu.. fiuuuh....
(Diketuk pintu kamar ) Erika
bangun sudah siang , ada jadwal kuliah jam berapa hari ini ?? (suara mama
terdengar dari balik pintu).. ya ma., sebentar lagi , (aku beranjak dari tempat
tidur agak bermalas-malasan, rasanya ada perasaan yang tercekat di dalam dada).
Sudah tidak ada semangat lagi untuk aku berangkat kuliah hanya karena sosok
dia. (Flash back, fikiranku
mengudara) melamun kembali, duduk di meja rias menatap kosong ke arah cermin
yang ikut balik menatapku.
Kenangan indah 2 bulan
kebelakang saat aku masih bersama nya. Saat aku bisa berbagi dengan nya. Setiap
pagi dia datang menjemputku dengan motor kesayanganya. Saat kaki ini bisa
melangkah bersama kedalam satu kampus yang sama. Saat kita bisa tertawa bersama
di bangku taman belakang,
setelah menyelesaikan jam kuliah masing-masing. Hanya dengan bekal yang selalu
ku buat setiap pagi, dengan roti coklat kesukaan kita. Ya kita............ saat
itu kita mempunyai banyak kesamaan.
Walaupun hanya berdua tetapi
kebersamaan ini terasa melengkapi. Aku bisa dapatkan semua yang aku butuhkan
hanya dari dia.
Begitu pun sebaliknya selalu ku lengkapi apa pun yang dia butuhkan.
Kenyamanan yang selalu dibuat
untuk melindungi ku. kenyamanan yang harus terganti dengan kebohongan. Kebohongan yang dia mampu tutupi
dengan senyum manis belaka. kebohongan yang kamu mampu alihkan dari setiap
pandangan ku.
Kebohongan
yang sama sekali tidak tercium oleh ku. Dan aku mengikuti semua skenario indah tanpa berfikir ini mimpi buruk
yang sedang kubuat sendiri. Hingga masa
pacaran ini mencapai 21 bulan. Apa aku yang terlalu naif melihat sisi terbaikmu
hingga sedikit cela mampu tertutup. Hingga aku masuk kedalam penyakit hati anak muda, romansa keindahan yang hanya sementara bahkan
berdosa.
Pahit ternyata ketika aku
mengetahui dia
sudah mempunyai keluarga yang sekarang berada di luar negeri. Betapa aku
mengumpat dalam batin ku kebohongan yang dia buat menyebabkan ku seperti orang
bodoh. Aku mau tertipu oleh kebersamaan yang sebenarnya itu milik orang lain
dan aku sudah merusak itu semua. Tak terasa air mata ini buyar dilamunan
ku. menetes perlahan membasahi pipi bangun tidur.
Lama sudah ku meninggalkan
dirimu, tapi luka ini masih menyesap ke batin. Rasa menyakitkan ketika aku
harus meninggalkan, atau rasa bodoh terlena akan perasaan nyaman, yang bisa
membuat aku menyakiti orang lain. Terbangun lagi akan lamunan ku efek
sinar matahari yang mulai masuk ke cela jendela. Aku beranjak membuka jendela dengan
menarik napas sambil tersenyum selamat pagi dunia " I feel Free "
Mungkin
rasa yang lama tidak akan terganti karena aku tidak mungkin bisa melupakan
semua kenangan kita. Biarlah kenangan itu mengalir di setiap pikiran ku. Aku
tidak akan terjebak kembali dalam kenangan yang sama karena aku akan mencari
sosok baru dengan membuat kenangan baru yang akan melengkapi setiap perjalanan
ku. Dan itu dulu kesalahan ku terjebak pada kata pacaran yang sejatinya
aku telah melanggar aturan yang Kuasa. Aku terlena duniawi yang memberiku
kenyamanan. Hingga aku lupa pacaran sudah merusak ku, dan aku terlibat pula
pada cinta yang salah.
Kenangan tetap kenangan.
Kenangan tidak mungkin terlupakan sampai aku bertemu kembali pada sosok baru
yang akan mengikat janji dengan ku bahwa kita satu dan itu untuk sehidup semati
karena Allah. Dan yang pasti bukan berawal dari kata pacaran. Senyum ku
mulai mengembang kembali sambil melihat fajar yang makin membumbung tinggi. (Batinku seraya
berkata) "I
feel free" .

This comment has been removed by the author.
ReplyDeleteremake pak guru, mau dilanjut dan dikembangin, eh penulisnya kebanyakan piknik, jadi lanjutannya sengaja masih di keep :D #alibilagimales hahaha
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteGue suka tulisan2 teh Ingka, salam kenal ya. :-)
ReplyDeleteMaksud dia sudah punya keluarga diluar negeri gimana teh? Apa dia sudah menikah dan istrinya tinggal di laur negeri? Penekanan kalimatnya masih ambigu.. Di tungu tanggapannya teh gulis