Doc : pribadi
Hampir bertahun-tahun
berpisah oleh jarak. Untuk kesekian kalinya ada celah yang memang terasa kosong
bahkan hampa. Sampai detik ini cerita ini belum pernah tercurah kepada si
pemilik rindu. Kenapa pula seorang ekstrovert seperti ku tak mampu mengatakan kalimat
simple yang sebenarnya dengan mudah bisa mengudara. Bisa jadi aku terlalu kuat
untuk menerima. Atau aku yang sedang bersikap biasa saja. Simple adalah pola
hidup yang sudah biasa diterapkan. Mudah saja bagiku untuk melupakan. Masalahnya,
ketika aku merasa si pemilik rindu ini acuh dan bahkan seperti tidak peduli. Suara
diseberang telepon pun jadi terasa hambar.
Kenapa pula cuman aku
yang merasakan. Kenapa pula aku bersikap kuat ketika pertemuan itu datang. Ungkapan
cinta terkalahkan hanya dari bisu yang nyaris parau dan begitu saja. Acap kali
senyum ini muncul dan banyak mengukir makna. Bersegera pergi dan cepat-cepat
menjauh nampaknya ciri ingin segera mengakhiri pertemuan kali ini. Begitu pula pertemuan selanjutnya, memulai
semua lalu bersegera pergi kembali setelah menatap keindahan bola mata yang
masih sama. Sesekali Tawa renyah pun hanya hitungan detik dan hempas kembali
hening. inilah aku yang selalu bisa menutup semua gundah. Beruntungnya si
pemilik rindu ini tidak tau tentang semua catatan yang sering kutorehkan pada kertas-kertas
yang hampir penuh coretan. Karena malu akan rangkaian kata yang semua
menyatakan sebuah lelucon rindu keangkuhan diri yang masih belum mau
mengatakan.
Andai semua yang spesial
itu bisa aku katakan dengan mudahnya mungkin aku tidak akan terus membawa
namanya dicatatan kertas, teman setia keheningan yang ku buat. Sejatinya hanya
barisan doa yang tidak pernah alpa yang menurutku cara yang paling bisa membuat
nyaman hati ini tekhusus akupun tak jadi salah tingkah ketika tingkat rindu ini
sedang menggebu yang akan menghatarkan kepada pemiliknya.
Rabb, jaga ayahku
selalu. Maafkan akan semua lisan yang terkadang menyakiti hatinya, yang
terkadang membuatnya bingung harus bersikap seperti apa untuk menghadapiku.
Engkau maha Mengetahui jauh dilubuk hatiku. Cukuplah aku terus berusaha untuk
melakukan yang terbaik kepada Rabb ku. Semoga kelak Jannah yang menjadi pilihan
kita :)
Ayah terbaik yang akan
selalu dihati :)
No comments:
Post a Comment