doc : pribadi
Sepertinya hari ini sharing tentang kewaspadaan yang memang harus banget kita waspada. Sudah hampir setahun ini kemana-mana bawa kendaraan (baca : motor) sendiri. Karena merasa lebih efisiensi waktu dan pastinya kalau macet masih bisa selap selip.Dan dulu punya julukan tebengers atau angkoters jadi berubah. Jadi gak suka nebeng dan jadi jarang ngangkot cuman ngebis iya :D. Lulus SMK sampai sekarang itu timing yang disuruh mandiri. Bosen kali yaa.. yang selalu lihat dianter jemput mulu entah sama keluarga atau kang ojek bulanan. Kemana-mana kudu janjian atau nunggu yang mau anter jemput. Udah lama-lama taunya dicancel dan cara ampuh nebeng lagi aja.. :D udah paham betul tapi itu semua udah lulus hehe masanya udah beda sekarang jadi apa-apa sendiri. Dan pengalaman serta nikmatnya lebih terasa Alhamdulillah 'ala kulli hal.
Kejadiannya masih hangat banget, tanggal 31 desember 2015 yang katanya menjelang tahun baru menurut masehi, kalau tahun barunya islam masih sama kan ya 1437 H. Sore udah keceh berangkat dari rumah ashar mau MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) di Masjid Asy-Syarif BSD. Keceh nya kali ini mabit ditemani sama amy (ibu) yang ngerayunya dari seminggu yang lalu. Pokoknya terus-terusan ngerayu biar ditemani. Kenapa sampai ngotot banget harus ajak amy, mengingat beberapa minggu kemarin sempet terjadi kecelakaan, dan sempet di bawa ke RS karena ada part-part yang lupa dan amy syok berat. Itu kenapa mau kemana-mana jadi rada susah. Biasanya cukup telpon dan kalau udah bilang ada acara pasti langsung ok. Yang penting bawa air sama gak telat makan. Tetapi kalau sekarang pasti bilangnya banyak istirahat dan lebih nyuruh buat baca buku aja :) Gak ada yang salah sama nasehat yang kian protektif karena memang dasarnya anak adalah berbakti.
Nah untuk itu, mengajak ikut serta amy adalah contoh agar apa yang dikhwatirkan tidak terlalu berlebihan. dan Qadarullahnya waktu hari kamis di tengah perjalanan terjadi penjambretan atau prilaku kriminal. letaknya yaitu gading serpong (jalan dari Summarecon Mall serpong-Keluar assobirin). Kawasannya lengah dan disitu masyarakatnya lebih ke individu-individu. Modusnya adalah pelaku mepet motor korban (baca : aku dan amy). Sasarannya adalah tas amy posisi diletakan ditengah (antara aku sama amy). Karena amy strong, tali tas amy putus dan tas amy masih dalam genggaman amy, cuman karena berat badan ku lebih kecil dari motor dan amy lebih berisi, membuat keseimbangan ku dan motor tumbang, hingga kedua kaki ku tidak kuat lagi menahan beban dan solusinya adalah aku cari tembok yang bisa memberhentikan motor ku dan jatuhlah kami berdua :'(. Dan apa yang terjadi semua orang hanya mampu melihat kejadian, karena posisi pelaku menggunakan moge (motor gede) dan pakaian yang super rapih dengan sigap mempercepat gas motor mereka.
Aku dan amy masih dalam kondisi sedikit tertimpa motor dan ami syok berat. Pada saat itu setelah motor ku mampu berdiri dan body serta lampu hancur, bukan menjadi alasan untuk melangkah. Beberapa pertanyaan warga yang ada disekitarpun kami hanya mampu menjawab sekedarnya. Melihat kondisi amy yang syok, dan motor yang takut banyak trobel jalanan yang aku tau, aku sama amy harus sampai masjid sebelum kemalaman dan macet karena euforia tahun baru. Dan untuk kesakitan memar masih belum bisa chek apa-apa yang penting kita sampai masjid. Karena kondisi tubuh mulai melemah mengingat kita sedang melakukan puasa sunnah. Khawatir amy makin syok dan takut terjadi apa-apa dijalan. Benar saja gamis dan khimar yang kita kenakan mampu menutupi semua luka termaksud luka hati. Ami yang mulai lunglai pun tetap sabar. Walau sampai hanya diisi dengan air putih dan kurma dilanjut shalat magrib tetap saja batinnya sedang simpang siur tentang apa yang barusan terjadi.
Beruntungnya malam itu amy tetap mengikuti acaranya sampai pagi menjelang. Dan sampai rumah sudah pukul 10.30 pagi di tahun 2016 dengan chek bodi yang penuh dengan memar. Dan postingan ini dibuat dalam keadaan memar dan semangat kerja di hari sabtu. Sakit itu terasa jika terus bilang sakit dan malas untuk berkativitas karena merasa lemah. Tetapi lemah akan kalah dengan semangat hati, ini semua adalah pelajaran dan ini adalah bentuk muhasabah. Tingkat ujian ini tidak akan melebihi kemampuan umatnya.Waspadalah dalam perjalanan itu penting temaksud rajin-rajin melihat kaca spion. Aku baru sadar andai kemarin aku lebih waspada mungkin kejadiannya akan berbeda. Entahlah mungkin aku terlalu fokus hingga lupa ternyata pelaku sudah mengintai. Dan tampilan luar yang keceh juga merupakan kedok yang sangat apik. Sepanjang perjalanan aku hanya mampu berucap dalam hati semoga orang tersebut selalu dalam lindungan mu ya Rabb dan Engkau berikan hidayah.
Barangsiapa
bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan
memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang
bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
(QS. Ath Thalaaq:2-3)
Apalah aku ini, islam mengajariku untuk bersabar, ketika aku masih terus mengumpat akan semua kejadian dan kesakitan yang kurasa apa bedanya aku dengan mereka. Untuk itu manfaat mengkaji islam adalah ketika diri ini mampu dalam menjaga lisan dan memasrahkan semua yang terjadi. Harapannya adalah Allah memafkan semua khilaf dan dosa ku.
Jika kamu bersyukur
pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya
siksa-Ku amat pedih” (QS Ibrahim: 7).
Semoga amy gak kapok ya mi, semoga kita bisa lebih waspada lagi. Karena yakin ketika ketetapan Allah kita tidak bisa merubah, tetapi kita bisa menjadi sebaik-baiknya hamba. Yang suka membawa motor lebih wasapadalah walau matahari masih terus bersinar tidak membuat pelaku enggan melakukan aksinya apalagi kepada kita sebagai wanita yang dianggap lemah. Lebih aman memang jalanan yang ramai dan kondusif untuk menetralisir kesempatan pelaku. Dan sharring hari ini untuk muhasabah diri ini.
Dan apabila
hamba-hamba Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka jawablah bahwasanya Aku
dekat. Aku mengabulkan doa orang-orang yang memohon kepada-Ku. Maka bermohonlah
kepada-Ku dan berimanlah kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran
(Q.S Al-Baqarah :186).
#Barakallah
No comments:
Post a Comment