Tuesday, November 24, 2015

Motivasi #remind





Cinta itu memikirkan yang dicintai. Bukan hanya kemarin dan kini, tapi nanti.
Mari kita berbicara tentang masa depan, agar hari esok yang dijelang bukan sesuatu kesengsaraan.
Ada hal yang jelas yang harus dipersiapkan. Mana yang boleh dilakukan dan mana yang harus dihindarkan.
Bila engkau lelaki, engkau harus tau arah saat melangkah.
Bila engkau perempuan, seharusnya tau bagaimana bertingkah.
Kita bicara masa depan karena ia tidak semudah diperkirakan pemuda-pemuda yang lalai, juga tidak sesulit yang diceritakan perempuan-perempuan yang bercerai.
setiap muslimah tentu saja menginginkan lelaki yang bertanggung jawab, yang menghargai kelebihan kebaikannya, dan yang memafkan kealpaan kekurangnnya.
Muslimah mana yang tak ingin lelaki berbudi pekerti, baik hati, tinggi iman dan lulus amal
Muslimah selalu menanti lelaki elok akhlak. padan rasa. Yang memiliki kelembutan dengan anaknya, dengan istrinya dia mesra
Muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka. Dan membimbingnya menuju surga Allah.
Lelaki mana yang tidak suka dgn wanita cerdik cendikia lagi berparas menawan. Yang lisannya seanggun geraknya.
Lelaki yang baik pasti menyukai wanita lemah lembut lagi santun. Pintar membahagiakan suami  dengan masakan dan perhatian. Tidak tamak harta dan selalu menjaga kehormatan.
Lelaki mana yang tidak memimpikan wanita yang mendukungnya dalam kebaikan. Dan mengeluarkan kebaikannya. Dirindukan bila ditinggal dan menyengkan dia bila berjumpa.
Sialnya, kita hidup dijaman kapitalisme yg mengajarkan lelaki dan wanita masa kini.
Untuk memperhatikan fisik bukan isi. Perhatikan badan bukan iman.
Kapitalisme sukses menjadikan kabahagian materialistis sebagai tujuan tertinggi. Hingga buai sebagai tujuan yg tertinggi.
Maka hendonisme, anak kandung kapitalisme sukses menjadikan lelaki hanya peduli sampai nikmat batas kulit.
Wajar,bila kita melihat dimana-mana lelaki jadi miskin tanggung jawab dan fakir komitmen.
Bila lelaki yang tidak lulus ujian tanggung jawab dan komitmen mereka layak dan akhirnya masuk dalam jurusan pacaran.
Cinta disempitkan dalam arti pacaran, berbatas rayuan palsu dan gandengan tangan.
Padahal pendamping yang saleh tiada pernah di dapatkan dari proses pacaran. Karena kesalehan dan kebatilan jelas bertentangan.
Hak dan batil tidak akan pernah bertemu bagaikan fatamorgana, yang menjanjikan kemulian semu.
Bagaimana bisa lelaki yang sudah memahami pacaran itu perbuatan yang dilarang oleh Allah memaksa dengan berbagai alasan engkau berbagi dosa dengan dia melawan Allah.
Lalu yang seperti ini bisa jadi panduan setelah menikah. Sebelum halal saja dia sudah berani katakan sayang kepadamu
Jangan heran bila setelah dia menikah dia berani katakan pada wanita-wanita  yang lain. Toch sama-sama bermaksiat pada Allah
Jika sebelum akad saja ia sudah berani melabuhkan tangannya pada tubuhmu. Jangan heran bila setelah menikah ia mampu lakukan itu pada wanita-wanita yg lain
Toch sama-sama dosa pada Allah yang tiada takut dosa saat sebelum menikah tentunya jangan harap dia takut dosa setelah menikah.


^
||


Catatan diatas itu aku dapet dari yotub jadi ust. felix sedang baca seperti puisi, lebih jelas acaranya apa juga aku gak tau judulnya pun sama hanya ada tulisan motivasi cinta. Tetapi setelah diulang-ulang beberapa kali akhirnya aku catat untuk #remind .. semoga bermanfaat ya :) 


#barakallah 

No comments:

Post a Comment