Diketok pintu kamar , mama : Erika bangun sudah siang , ada jadwal kuliah jam berapa hari ini ??
ya ma., sebentar lagi , (aku beranjak dari tempat tidur agak bermalas-malasan, rasanya sangat tercekat perasaan ini di dalam dada).
Sudah tidak ada semangat lagi rasannya aku berangkat kuliah hanya karena sosok dia. Flash back sambil aku melamun kembali duduk di meja rias ku.
Kenangan indah 2 bulan kebelakang saat aku masih bersama nya. Saat aku bisa berbagi dengan nya. setiap pagi dia datang menjemputku dengan motor kesayanganya. Saat kaki ini bisa melangkah bersama ke dalam satu kampus yang sama. Saat kita bisa tertawa bersama di bangku taman belakang yang sama setelah menyelesaikan jam kuliah masing-masing. Hanya dengan bekal yang selalu ku buat setiap pagi, dengan roti coklat kesukaan kita. Ya kita............ saat itu kita mempunyai banyak kesamaan.
Walaupun hanya berdua tapi kebersamaan ini terasa melengkapi. Aku bisa dapatkan semua yang aku butuhkan hanya dari kamu. Begitu pun sebaliknya selalu ku lengkapi apa pun yang kamu butuhkan. Kenyamanan yang selalu kau buat untuk melindungi ku. kenyamanan yang harus terganti dengan kebohongan.
Kebohongan yang kamu mampu tutupi dengan senyum manis belaka mu. kebohongan yang kamu mampu alihkan dari setiap pandangan ku. kebohongan yang sama sekali tidak tercium oleh ku. Hingga masa pacaran ini mencapai 21 bulan. Apa aku yang terlalu naif melihat sisi terbaik mu hingga sedikit cela mu mampu tertutup.
Pahit ternyata ketika aku mengetahui kamu sudah mempunyai keluarga yang sekarang sedang berada di luar negeri. Betapa aku mengumpat dalam batin ku kebohongan yang kamu buat menyebabkan ku seperti orang bodoh. Aku mau tertipu oleh kebersamaan yang sebenarnya itu milik orang lain dan aku sudah merusak itu semua.
Tak terasa air mata ini buyar dilamunan ku. menetes perlahan membasahi pipi bangun tidur. Sudah ku tinggalkan kamu tapi luka ini masih menyesap ke batin. Rasa menyakitkan aku harus meninggalkan atau rasa bodoh aku terlena akan perasaan nyaman, yang bisa membuat aku menyakiti orang lain.
Terbangun lagi akan lamunan ku efek sinar matahari yang mulai masuk ke cela jendela. Aku beranjak membuka jendela dengan menarik napas sambil tersenyum " selamat pagi dunia " I feel Free "
Batin ku dalam hati : mungkin rasa yang lama tidak akan terganti karena aku tidak mungkin bisa melupakan semua kenangan itu. Biarlah kenangan itu mengalir di setiap pikiran ku. Aku tidak akan terjebak kembali dalam kenangan yang sama karena aku akan mencari sosok baru dengan membuat kenangan baru yang akan melengkapi setiap perjalanan ku.
Walaupun ketika nanti nya aku akan terjatuh kembali kepada kenangan yang sama, aku tidak mungkin melupakan nya kembali. kerena kenangan tidak mungkin terlupakan sampai aku bertemu kembali pada sosok baru yang akan mengikat janji dengan ku bahwa kita satu dan itu untuk sehidup semati karena Allah.
Senyum ku mulai mengembang kembali sambil melihat fajar yang makin membumbung tinggi. "I feel free"

Ih sayang, dalem bgt dh certinya,,,
ReplyDeleteTerusin ya belajar nulisnya,
Masih ada beberapa bahasa sama cara penulisan yang kurang kece,,hahaha
(komen mah bisa pdhal bkin mah kga bisa)
hehehe ya itu aku baru tester mba buat cerpen next nya aku coba lagi buat cerpen nya .. itu pas ide muncul langsung aku ketik takut lupa lagi...
ReplyDeletemakasih buat koment nya sangat membangun :D